Mesuji - Pasca terjadinya tindak pidana Pengerusakan dan pembakaran pondok pesantren Nurul Jadid yang terjadi pada Hari Jumat 08 Mei 2026 Kemarin di Desa Tanjung Mas Jaya Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji pada hari Sabtu (09/05/26)Jajaran Polres Mesuji melaksanakan mitigasi dengan perangkat desa, para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta stakeholder terkait.Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus S.Ik, M.H mengimbau kepada seluruh lapisan elemen masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban paska terjadinya peristiwa tersebut."Mari kita sama sama menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif jangan adalagi kejadian serupa di kemudian hari, serta menyerahkan semua permasalahan ini kepada pihak kepolisian dan untuk saat ini pelaku dan barang bukti telah ditangani oleh sat Reskrim Polres Mesuji," ucapnya.Lebih lanjut, selain itu AKBP Firdaus juga mengajak untuk masing masing pihak menahan diri supaya tidak timbul masalah baru dan tetap terjaga stabilitas keamanan setempat."Terkait proses hukum mari kita serahkan dan percayakan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Mesuji," ujarnya. Minggu (10/05/26)Kepala Desa Tanjung Mas Jaya Suyanto mengucapkan terimakasih kepada Jajaran Polres Mesuji khususnya Kapolres yang sudah bertindak dengan cepat terhadap permasalahan yang terjadi."Saya ucapkan terimakasih kepada Kapolres dan Jajarannya yang hari ini bersedia duduk bersama kami guna menyelesaikan permasalahan yang sudah terjadi di Desa Kami," ujarnyaSelain itu Kepala Desa juga meminta maaf atas insiden yang telah terjadi, dan kepada masyarakat dirinya meminta untuk kedepannya agar bersama sama menjaga keamanan agar tetap kondusif."Saya selaku kepala desa mewakili masyarakat meminta maaf kepada Polres Mesuji dan Jajaran atas insiden yang terjadi, mudah mudahan kedepannya masyarakat kami dapat selalu menjaga kondusifitas keamanan di Desa Kami dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada dan insiden sperti ini tidak terulang kembali," ungkapnya.

Postingan populer dari blog ini

Dana BUMDES Desa Suka Agung Diduga Di Bagi Bagi Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab.IPoN Mesuji : Tahun 2025 Desa Suka Agung melalui Dana Desa beri kucuran dana untuk BUMDES, Badan Usaha Milik Desa berkisar Rp 170 Juta , untuk di kelola meningkatkan dan pengembangan usaha milik Desa demi Kesejahtraan warga Desa, agar Desa memiliki penghasilan dan pendapatan dengan mengelola BUMdes yang berbentuk di salah satu komunditi usaha ayam petelor, akan tetapi usaha yang baru saja didirikan dan belum berhasil dari para pengurus sudah di duga bagi bagi uang BUMdes.Menyoroti hal dugaan bagi-bagi uang BUMdes Desa Suka Agung awak media IpOn mendapat keterangan dari salah satu tokoh masyarakat yang kompeten menjelaskan bahwa di Badan Usaha milik Desa (BUMDES) Desa Suka Agung ada bagi bagi uang BUMdes kepada 4 orang salah satunya bendahara BUMdes, inisial, S, dan inisial H salah satu kasi Desa. serta David yang membagikan uang BUMdes kepada 4 orang tersebut yang awalnya David merupakan pengurus BUMdes juga.Setelah bagi bagi uang BUMdes David yang sebelumnya juga pengurus kini mengundurkan diri dari pengurus hal ini dilakukan setelah membagikan uang yang tidak jelas dari mana sumbernya.Akan tetapi ada salah satu penerima uang dengan inisial D, yang mengembalikan uang langsung kepada ketua BUMDES karna dia tidak tahu asal muasal uang tersebut sehingga uang yang di terima spontan di kembalikan karna takut di kemudian hari bermasalah karna uang tidak jelas asal usulnya.Seperti yang di jelaskan oleh salah satu tokoh masyarakat pada media IpOn Desa memberikan dana untuk BUMDes untuk di jadikan membuka lapangan usaha demi untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan agar Desa punya usaha yang bisa memiliki PAD, bukanya uang yang baru saja di berikan untuk BUMdes belum ada hasil sama sekali malah uang di bagi bagikan, dan kalau dari pihak Desa dan BPD tidak segera usut hal ini maka BUMdes tidak akan jadi yang ada malah hancur kalau cara pengelolaan seperti ini.Padahal Desa ingin membangun kembali badan usaha milik Desa untuk bangkait kalau selama ini sudah terpuruk dan tidak berkembang bahkan uang BUMdes tidak berkembang dan tidak ada Ujud. maka untuk tahun 2025 ini Desa anggarkan untuk membangkitkan lagi usaha milik Desa yang bergerak di bidang usaha ayam petelor agar di kelola dengan benar oleh orang yang sudah di beri kepercayaan oleh Desa agar supaya kedepan Desa dapat meningkatkan Kesejahtraan dan meningkatkan penghasilan untuk warga,dan apa bila sudah berhasil bolehlah para pengurus BUMdes di beri insentif,tapi kalau belum belum cara kerja seperti di sebut di atas gimana usaha bisa maju dan mendapat hasil malah bisa hancur bisa kalau cara kerja seperti saat ini.( H)

[17/4 05.27] M Nurhidayat: Oh masalah undangan acara resepsi to hing paen-paen hing diundang Yo tergantung tuan rumah . Kadung hang ISG Komunity kan hang duwe SK teko ISG Pusat kang har dadi hing Ono hang Aran penghianat. Kadung kang Sunyoto hing Ono hun ngetokake SK ISG kang .[17/4 05.31] M Nurhidayat: Kadung ISG Lampung Iku magih tercatat kepengurusan kang Khairil cs walau hing aktif dadi ISG Lampung durung onok SK hang ditokaken periode kepengurusan hang anyar. Ayo Weh kadung gelem ngemong bangkitaken ISG Lampung Monggo kang. Hun mendukung.riko biso konsultasi Ambi kang Sudarmanto .hulung.