Mesuji – Kapolsek Way Serdang Jajaran Polres Mesuji beserta anggota, secara serentak melaksanakan pengecekan dan peninjauan langsung ke lokasi lahan pertanian yang rencananya akan dijadikan lokasi penanaman jagung oleh kelompok Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Buko Poso seluas 15 Hektar, Senin (25/05/26). Kegiatan pengecekan ini dilakukan sebagai langkah awal dan upaya pendampingan kepolisian guna memastikan kesiapan lahan, kesesuaian lokasi, serta ketersediaan sarana pertanian yang dimiliki para anggota Gapoktan sebelum memasuki masa tanam. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan bibit jagung yang di berikan dan lahan yang digunakan adalah lahan produktif dan sesuai dengan ketentuan serta peruntukannya, agar hasil panen nantinya dapat maksimal dan bermanfaat bagi kesejahteraan para petani. Di lokasi pengecekan, Kapolsek Way Serdang IPTU Dr. (Can) Dimas Afditiya Ramadhan S.E, M.M mewakili Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus S.Ik, M.H didampingi petugas PPL dan anggota Gapoktan meninjau kondisi fisik lahan, pengolahan tanah, hingga akses jalan menuju lokasi pertanian. Dalam kesempatan tersebut, IPTU Dimas menyampaikan bahwa kehadiran pihak kepolisian di lapangan merupakan wujud nyata dukungan Polres Mesuji dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta memastikan setiap program pertanian berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran. “Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan lahan ini benar-benar siap dan layak ditanami, serta memastikan tidak ada kendala atau permasalahan yang menghambat proses penanaman nanti. Kami berharap melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan para petani, budidaya jagung ini dapat berjalan sukses dan memberikan hasil yang melimpah, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Simpang Pematang dan Way Serdang,” ujarnya. PPL dan anggota Gapoktan menyambut baik serta mengapresiasi perhatian dan pendampingan langsung dari pihak kepolisian. Mereka mengaku merasa lebih didukung dan bersemangat dalam mengelola lahan pertaniannya demi kemajuan pertanian di daerahnya. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa lahan-lahan yang disiapkan oleh anggota Gapoktan di wilayah tersebut umumnya dalam kondisi baik, subur, dan siap untuk segera dilakukan penanaman akan tetapi ada beberapa lahan akan melakukan penanaman di bulan September mendatang. Kegiatan pengecekan lahan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan, sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat tani di wilayah Kecamatan Simpang Pematang dan Kecamatan Way Serdang.

Postingan populer dari blog ini

Dana BUMDES Desa Suka Agung Diduga Di Bagi Bagi Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab.IPoN Mesuji : Tahun 2025 Desa Suka Agung melalui Dana Desa beri kucuran dana untuk BUMDES, Badan Usaha Milik Desa berkisar Rp 170 Juta , untuk di kelola meningkatkan dan pengembangan usaha milik Desa demi Kesejahtraan warga Desa, agar Desa memiliki penghasilan dan pendapatan dengan mengelola BUMdes yang berbentuk di salah satu komunditi usaha ayam petelor, akan tetapi usaha yang baru saja didirikan dan belum berhasil dari para pengurus sudah di duga bagi bagi uang BUMdes.Menyoroti hal dugaan bagi-bagi uang BUMdes Desa Suka Agung awak media IpOn mendapat keterangan dari salah satu tokoh masyarakat yang kompeten menjelaskan bahwa di Badan Usaha milik Desa (BUMDES) Desa Suka Agung ada bagi bagi uang BUMdes kepada 4 orang salah satunya bendahara BUMdes, inisial, S, dan inisial H salah satu kasi Desa. serta David yang membagikan uang BUMdes kepada 4 orang tersebut yang awalnya David merupakan pengurus BUMdes juga.Setelah bagi bagi uang BUMdes David yang sebelumnya juga pengurus kini mengundurkan diri dari pengurus hal ini dilakukan setelah membagikan uang yang tidak jelas dari mana sumbernya.Akan tetapi ada salah satu penerima uang dengan inisial D, yang mengembalikan uang langsung kepada ketua BUMDES karna dia tidak tahu asal muasal uang tersebut sehingga uang yang di terima spontan di kembalikan karna takut di kemudian hari bermasalah karna uang tidak jelas asal usulnya.Seperti yang di jelaskan oleh salah satu tokoh masyarakat pada media IpOn Desa memberikan dana untuk BUMDes untuk di jadikan membuka lapangan usaha demi untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan agar Desa punya usaha yang bisa memiliki PAD, bukanya uang yang baru saja di berikan untuk BUMdes belum ada hasil sama sekali malah uang di bagi bagikan, dan kalau dari pihak Desa dan BPD tidak segera usut hal ini maka BUMdes tidak akan jadi yang ada malah hancur kalau cara pengelolaan seperti ini.Padahal Desa ingin membangun kembali badan usaha milik Desa untuk bangkait kalau selama ini sudah terpuruk dan tidak berkembang bahkan uang BUMdes tidak berkembang dan tidak ada Ujud. maka untuk tahun 2025 ini Desa anggarkan untuk membangkitkan lagi usaha milik Desa yang bergerak di bidang usaha ayam petelor agar di kelola dengan benar oleh orang yang sudah di beri kepercayaan oleh Desa agar supaya kedepan Desa dapat meningkatkan Kesejahtraan dan meningkatkan penghasilan untuk warga,dan apa bila sudah berhasil bolehlah para pengurus BUMdes di beri insentif,tapi kalau belum belum cara kerja seperti di sebut di atas gimana usaha bisa maju dan mendapat hasil malah bisa hancur bisa kalau cara kerja seperti saat ini.( H)

[17/4 05.27] M Nurhidayat: Oh masalah undangan acara resepsi to hing paen-paen hing diundang Yo tergantung tuan rumah . Kadung hang ISG Komunity kan hang duwe SK teko ISG Pusat kang har dadi hing Ono hang Aran penghianat. Kadung kang Sunyoto hing Ono hun ngetokake SK ISG kang .[17/4 05.31] M Nurhidayat: Kadung ISG Lampung Iku magih tercatat kepengurusan kang Khairil cs walau hing aktif dadi ISG Lampung durung onok SK hang ditokaken periode kepengurusan hang anyar. Ayo Weh kadung gelem ngemong bangkitaken ISG Lampung Monggo kang. Hun mendukung.riko biso konsultasi Ambi kang Sudarmanto .hulung.