*Wakili Kapolres Mesuji Kabag Ren Hadiri Pawai dan Festival Ogoh-Ogoh di Simpang Pematang Jelang Nyepi 1948 Saka* MESUJI – Kapolres Mesuji, AKBP Dr. Muhammad Firdaus, S.I.K., M.H.diwakili Kabag Ren AKP Rahadi S.H menghadiri acara pawai dan festival Ogoh-Ogoh yang digelar di Alun-Alun Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Minggu (08/03/26) Acara yang dimulai sejak pagi hari ini dipenuhi oleh antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan. Puluhan Ogoh-Ogoh dengan berbagai bentuk dan ukuran, yang merupakan karya seni masyarakat setempat, diarak keliling kawasan alun-alun dengan diiringi musik tradisional dan tarian khas Bali. Ogoh-Ogoh sendiri merupakan simbol dari buta kala atau unsur-unsur negatif yang akan diusir dalam rangkaian upacara Buta Yadnya menjelang Nyepi, dengan tujuan agar kehidupan umat manusia terbebas dari hal-hal yang buruk. Kapolres Mesuji melalui Kabag Ren menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan acara tersebut. Menurutnya, festival Ogoh-Ogoh bukan hanya merupakan perayaan keagamaan, tetapi juga merupakan wadah untuk melestarikan budaya nusantara yang beragam serta mempererat tali persaudaraan antar masyarakat. "Kehadiran kita di sini adalah bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang dapat memperkuat kerukunan dan kebersamaan. Saya berharap melalui acara ini, semangat toleransi dan kebersamaan antar umat beragama semakin terjaga dengan baik," ujar AKP Rahadi Selain itu, Kabag Ren juga menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama acara berlangsung. Jajaran personel Polres Mesuji telah ditempatkan di berbagai titik strategis untuk memastikan kelancaran kegiatan dan keselamatan para peserta serta penonton. "Kami telah melakukan persiapan yang matang untuk mengamankan acara ini. Personel kami akan terus berpatroli dan memantau situasi agar semua orang dapat menikmati festival ini dengan aman dan nyaman," tambahnya. Acara pawai dan festival Ogoh-Ogoh di Alun-Alun Simpang Pematang ini berlangsung dengan lancar dan meriah. Masyarakat tampak sangat antusias menyaksikan arak-arakan Ogoh-Ogoh dan berbagai pertunjukan seni yang disajikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momen yang berkesan bagi semua orang dan menjadi awal yang baik dalam menyambut Hari Raya Nyepi yang suci.

Postingan populer dari blog ini

Dana BUMDES Desa Suka Agung Diduga Di Bagi Bagi Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab.IPoN Mesuji : Tahun 2025 Desa Suka Agung melalui Dana Desa beri kucuran dana untuk BUMDES, Badan Usaha Milik Desa berkisar Rp 170 Juta , untuk di kelola meningkatkan dan pengembangan usaha milik Desa demi Kesejahtraan warga Desa, agar Desa memiliki penghasilan dan pendapatan dengan mengelola BUMdes yang berbentuk di salah satu komunditi usaha ayam petelor, akan tetapi usaha yang baru saja didirikan dan belum berhasil dari para pengurus sudah di duga bagi bagi uang BUMdes.Menyoroti hal dugaan bagi-bagi uang BUMdes Desa Suka Agung awak media IpOn mendapat keterangan dari salah satu tokoh masyarakat yang kompeten menjelaskan bahwa di Badan Usaha milik Desa (BUMDES) Desa Suka Agung ada bagi bagi uang BUMdes kepada 4 orang salah satunya bendahara BUMdes, inisial, S, dan inisial H salah satu kasi Desa. serta David yang membagikan uang BUMdes kepada 4 orang tersebut yang awalnya David merupakan pengurus BUMdes juga.Setelah bagi bagi uang BUMdes David yang sebelumnya juga pengurus kini mengundurkan diri dari pengurus hal ini dilakukan setelah membagikan uang yang tidak jelas dari mana sumbernya.Akan tetapi ada salah satu penerima uang dengan inisial D, yang mengembalikan uang langsung kepada ketua BUMDES karna dia tidak tahu asal muasal uang tersebut sehingga uang yang di terima spontan di kembalikan karna takut di kemudian hari bermasalah karna uang tidak jelas asal usulnya.Seperti yang di jelaskan oleh salah satu tokoh masyarakat pada media IpOn Desa memberikan dana untuk BUMDes untuk di jadikan membuka lapangan usaha demi untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan agar Desa punya usaha yang bisa memiliki PAD, bukanya uang yang baru saja di berikan untuk BUMdes belum ada hasil sama sekali malah uang di bagi bagikan, dan kalau dari pihak Desa dan BPD tidak segera usut hal ini maka BUMdes tidak akan jadi yang ada malah hancur kalau cara pengelolaan seperti ini.Padahal Desa ingin membangun kembali badan usaha milik Desa untuk bangkait kalau selama ini sudah terpuruk dan tidak berkembang bahkan uang BUMdes tidak berkembang dan tidak ada Ujud. maka untuk tahun 2025 ini Desa anggarkan untuk membangkitkan lagi usaha milik Desa yang bergerak di bidang usaha ayam petelor agar di kelola dengan benar oleh orang yang sudah di beri kepercayaan oleh Desa agar supaya kedepan Desa dapat meningkatkan Kesejahtraan dan meningkatkan penghasilan untuk warga,dan apa bila sudah berhasil bolehlah para pengurus BUMdes di beri insentif,tapi kalau belum belum cara kerja seperti di sebut di atas gimana usaha bisa maju dan mendapat hasil malah bisa hancur bisa kalau cara kerja seperti saat ini.( H)

[17/4 05.27] M Nurhidayat: Oh masalah undangan acara resepsi to hing paen-paen hing diundang Yo tergantung tuan rumah . Kadung hang ISG Komunity kan hang duwe SK teko ISG Pusat kang har dadi hing Ono hang Aran penghianat. Kadung kang Sunyoto hing Ono hun ngetokake SK ISG kang .[17/4 05.31] M Nurhidayat: Kadung ISG Lampung Iku magih tercatat kepengurusan kang Khairil cs walau hing aktif dadi ISG Lampung durung onok SK hang ditokaken periode kepengurusan hang anyar. Ayo Weh kadung gelem ngemong bangkitaken ISG Lampung Monggo kang. Hun mendukung.riko biso konsultasi Ambi kang Sudarmanto .hulung.