*Polda Lampung Lakukan Supervisi di Pos Pelayanan Rest Area KM 234, Pastikan Layanan Mudik Operasi Ketupat 2026 Optimal* Mesuji – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung melakukan kegiatan supervisi langsung di Pos Pelayanan yang telah didirikan di Rest Area KM 234, Ruas Tol Kayu Agung - Terbanggi Besar, Way Serdang, Lampung, dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Kegiatan bertujuan memastikan kesiapan sarana prasarana serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pemudik berjalan sesuai standar. Dalam kunjungan tersebut, tim yang dipimpin oleh Ketua Tim Supervisi Polda Lampung AKBP Suparman S.Pd, M.Si Terang Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus S.Ik, M.H memeriksa kondisi berbagai fasilitas yang tersedia di pos pelayanan, seperti area informasi lalu lintas, pos kesehatan dengan perlengkapan Pertolongan Pertama (P3K), serta kesiapan personel dalam memberikan bantuan kepada pemudik. Selain itu, juga dilakukan pengecekan terhadap kelengkapan fasilitas umum di Rest Area KM 234, antara lain toilet yang terjaga kebersihannya, masjid untuk kebutuhan ibadah, dan area parkir yang aman. "Rest Area KM 234 merupakan salah satu titik persinggahan strategis bagi pemudik yang melintas jalur tol Palembang-Lampung. Melalui supervisi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap layanan yang disediakan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat selama perjalanan mudik maupun arus balik," ujarnya. Rabu (18/03/26) Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, Operasi Ketupat Krakatau 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Polda Lampung telah menyiapkan total 93 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, pos terpadu, dan posko bencana di berbagai titik strategis sepanjang provinsi Lampung, dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya. Personel di Pos Pelayanan Rest Area KM 234 juga telah diberikan arahan untuk tetap sigap dalam menangani berbagai kemungkinan yang terjadi, seperti memberikan informasi mengenai kondisi lalu lintas terkini, membantu pemudik yang mengalami kendala teknis pada kendaraan, serta memberikan pertolongan pertama bagi yang membutuhkan.

Postingan populer dari blog ini

Dana BUMDES Desa Suka Agung Diduga Di Bagi Bagi Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab.IPoN Mesuji : Tahun 2025 Desa Suka Agung melalui Dana Desa beri kucuran dana untuk BUMDES, Badan Usaha Milik Desa berkisar Rp 170 Juta , untuk di kelola meningkatkan dan pengembangan usaha milik Desa demi Kesejahtraan warga Desa, agar Desa memiliki penghasilan dan pendapatan dengan mengelola BUMdes yang berbentuk di salah satu komunditi usaha ayam petelor, akan tetapi usaha yang baru saja didirikan dan belum berhasil dari para pengurus sudah di duga bagi bagi uang BUMdes.Menyoroti hal dugaan bagi-bagi uang BUMdes Desa Suka Agung awak media IpOn mendapat keterangan dari salah satu tokoh masyarakat yang kompeten menjelaskan bahwa di Badan Usaha milik Desa (BUMDES) Desa Suka Agung ada bagi bagi uang BUMdes kepada 4 orang salah satunya bendahara BUMdes, inisial, S, dan inisial H salah satu kasi Desa. serta David yang membagikan uang BUMdes kepada 4 orang tersebut yang awalnya David merupakan pengurus BUMdes juga.Setelah bagi bagi uang BUMdes David yang sebelumnya juga pengurus kini mengundurkan diri dari pengurus hal ini dilakukan setelah membagikan uang yang tidak jelas dari mana sumbernya.Akan tetapi ada salah satu penerima uang dengan inisial D, yang mengembalikan uang langsung kepada ketua BUMDES karna dia tidak tahu asal muasal uang tersebut sehingga uang yang di terima spontan di kembalikan karna takut di kemudian hari bermasalah karna uang tidak jelas asal usulnya.Seperti yang di jelaskan oleh salah satu tokoh masyarakat pada media IpOn Desa memberikan dana untuk BUMDes untuk di jadikan membuka lapangan usaha demi untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan agar Desa punya usaha yang bisa memiliki PAD, bukanya uang yang baru saja di berikan untuk BUMdes belum ada hasil sama sekali malah uang di bagi bagikan, dan kalau dari pihak Desa dan BPD tidak segera usut hal ini maka BUMdes tidak akan jadi yang ada malah hancur kalau cara pengelolaan seperti ini.Padahal Desa ingin membangun kembali badan usaha milik Desa untuk bangkait kalau selama ini sudah terpuruk dan tidak berkembang bahkan uang BUMdes tidak berkembang dan tidak ada Ujud. maka untuk tahun 2025 ini Desa anggarkan untuk membangkitkan lagi usaha milik Desa yang bergerak di bidang usaha ayam petelor agar di kelola dengan benar oleh orang yang sudah di beri kepercayaan oleh Desa agar supaya kedepan Desa dapat meningkatkan Kesejahtraan dan meningkatkan penghasilan untuk warga,dan apa bila sudah berhasil bolehlah para pengurus BUMdes di beri insentif,tapi kalau belum belum cara kerja seperti di sebut di atas gimana usaha bisa maju dan mendapat hasil malah bisa hancur bisa kalau cara kerja seperti saat ini.( H)

[17/4 05.27] M Nurhidayat: Oh masalah undangan acara resepsi to hing paen-paen hing diundang Yo tergantung tuan rumah . Kadung hang ISG Komunity kan hang duwe SK teko ISG Pusat kang har dadi hing Ono hang Aran penghianat. Kadung kang Sunyoto hing Ono hun ngetokake SK ISG kang .[17/4 05.31] M Nurhidayat: Kadung ISG Lampung Iku magih tercatat kepengurusan kang Khairil cs walau hing aktif dadi ISG Lampung durung onok SK hang ditokaken periode kepengurusan hang anyar. Ayo Weh kadung gelem ngemong bangkitaken ISG Lampung Monggo kang. Hun mendukung.riko biso konsultasi Ambi kang Sudarmanto .hulung.