*Petugas Pos PAM Exit Tol Simpang Pematang Regu I: Sahabat Warga yang Kesulitan Cari Angkutan Pulang Kampung* Mesuji – Arus mudik tahun ini mulai memadat di wilayah Exit Tol Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji dan di tengah kesibukan itu, petugas Pos Pengamanan (PAM) Regu I hadir sebagai penyelamat bagi warga yang kesulitan mencari kendaraan umum untuk pulang ke kampung halaman. Kegiatan kepedulian ini bermula ketika petugas melihat sejumlah warga terlihat bingung dan putus asa di area exit tol. Beberapa di antaranya sudah menunggu berjam-jam, membawa barang bawaan yang banyak. "Kami tidak bisa membiarkan warga terus menunggu tanpa kepastian. Tugas kami bukan hanya mengamankan lalu lintas, tapi juga melayani dan membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar Kapospam IPDA Dwi Agung S.H mewakili Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus S.Ik, M.H. Minggu (15/03/26)Para petugas terlihat membantu masyarakat tersebut dengan mencarikan kendaraan umum serta membawakan barang bawaan mereka ke dalam kendaraan yang akan di naikinya, bukan hanya sampai disitu petugas pun memastikan jika masyarakat tersebut sudah mendapatkan tempat duduk. Salah satu warga yang terbantu, Rina Dewi (29), mengaku sangat berterima kasih atas bantuan petugas. Ia berencana pulang ke kampung halamannya di Jambi bersama suami dan dua anaknya. "Saya sudah bingung setengah mati karena tidak tahu harus naik angkutan apa dan di mana. Terima kasih kepada bapak-bapak petugas yang sudah membantu kami sampai bisa naik bus dengan aman. Tanpa bantuan mereka, mungkin kami masih menunggu di sini sampai malam," katanya dengan penuh rasa syukur. Tindakan mulia petugas Pos PAM Exit Tol Simpang Pematang Regu I ini pun mendapat apresiasi positif dari masyarakat dan pihak berwenang menyatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan contoh nyata pelayanan publik yang humanis dan berdedikasi. "Kami sangat mengapresiasi upaya petugas Pos PAM Regu I. Mereka telah menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya sebatas menjalankan tugas rutin, tetapi juga memiliki hati dan kepedulian terhadap sesama. Semoga hal ini bisa menjadi inspirasi bagi petugas lainnya di seluruh wilayah," ujarnya. Hingga saat ini, kegiatan membantu warga mencari kendaraan umum masih terus dilakukan oleh petugas Pos PAM Exit Tol Simpang Pematang Regu I. Mereka berkomitmen untuk tetap berada di garis depan, siap membantu setiap warga yang membutuhkan, agar bisa pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan tanpa khawatir. Bagi masyarakat yang melewati Exit Tol Simpang Pematang dan membutuhkan informasi atau bantuan terkait kendaraan umum, jangan ragu untuk menghubungi petugas yang bertugas di Pos PAM Regu I. Mereka siap melayani dengan senyum dan semangat. Apabila dalam kondisi darurat bisa hubungi Call Center Polri 110 (bebas pulsa).

Postingan populer dari blog ini

Dana BUMDES Desa Suka Agung Diduga Di Bagi Bagi Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab.IPoN Mesuji : Tahun 2025 Desa Suka Agung melalui Dana Desa beri kucuran dana untuk BUMDES, Badan Usaha Milik Desa berkisar Rp 170 Juta , untuk di kelola meningkatkan dan pengembangan usaha milik Desa demi Kesejahtraan warga Desa, agar Desa memiliki penghasilan dan pendapatan dengan mengelola BUMdes yang berbentuk di salah satu komunditi usaha ayam petelor, akan tetapi usaha yang baru saja didirikan dan belum berhasil dari para pengurus sudah di duga bagi bagi uang BUMdes.Menyoroti hal dugaan bagi-bagi uang BUMdes Desa Suka Agung awak media IpOn mendapat keterangan dari salah satu tokoh masyarakat yang kompeten menjelaskan bahwa di Badan Usaha milik Desa (BUMDES) Desa Suka Agung ada bagi bagi uang BUMdes kepada 4 orang salah satunya bendahara BUMdes, inisial, S, dan inisial H salah satu kasi Desa. serta David yang membagikan uang BUMdes kepada 4 orang tersebut yang awalnya David merupakan pengurus BUMdes juga.Setelah bagi bagi uang BUMdes David yang sebelumnya juga pengurus kini mengundurkan diri dari pengurus hal ini dilakukan setelah membagikan uang yang tidak jelas dari mana sumbernya.Akan tetapi ada salah satu penerima uang dengan inisial D, yang mengembalikan uang langsung kepada ketua BUMDES karna dia tidak tahu asal muasal uang tersebut sehingga uang yang di terima spontan di kembalikan karna takut di kemudian hari bermasalah karna uang tidak jelas asal usulnya.Seperti yang di jelaskan oleh salah satu tokoh masyarakat pada media IpOn Desa memberikan dana untuk BUMDes untuk di jadikan membuka lapangan usaha demi untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan agar Desa punya usaha yang bisa memiliki PAD, bukanya uang yang baru saja di berikan untuk BUMdes belum ada hasil sama sekali malah uang di bagi bagikan, dan kalau dari pihak Desa dan BPD tidak segera usut hal ini maka BUMdes tidak akan jadi yang ada malah hancur kalau cara pengelolaan seperti ini.Padahal Desa ingin membangun kembali badan usaha milik Desa untuk bangkait kalau selama ini sudah terpuruk dan tidak berkembang bahkan uang BUMdes tidak berkembang dan tidak ada Ujud. maka untuk tahun 2025 ini Desa anggarkan untuk membangkitkan lagi usaha milik Desa yang bergerak di bidang usaha ayam petelor agar di kelola dengan benar oleh orang yang sudah di beri kepercayaan oleh Desa agar supaya kedepan Desa dapat meningkatkan Kesejahtraan dan meningkatkan penghasilan untuk warga,dan apa bila sudah berhasil bolehlah para pengurus BUMdes di beri insentif,tapi kalau belum belum cara kerja seperti di sebut di atas gimana usaha bisa maju dan mendapat hasil malah bisa hancur bisa kalau cara kerja seperti saat ini.( H)

[17/4 05.27] M Nurhidayat: Oh masalah undangan acara resepsi to hing paen-paen hing diundang Yo tergantung tuan rumah . Kadung hang ISG Komunity kan hang duwe SK teko ISG Pusat kang har dadi hing Ono hang Aran penghianat. Kadung kang Sunyoto hing Ono hun ngetokake SK ISG kang .[17/4 05.31] M Nurhidayat: Kadung ISG Lampung Iku magih tercatat kepengurusan kang Khairil cs walau hing aktif dadi ISG Lampung durung onok SK hang ditokaken periode kepengurusan hang anyar. Ayo Weh kadung gelem ngemong bangkitaken ISG Lampung Monggo kang. Hun mendukung.riko biso konsultasi Ambi kang Sudarmanto .hulung.