Press Release Nomor: 12 / I / HUM.6.1.1./2026/BidhumasKamis , 15 Januari 2026*Ngaku Bripka Polri, Polisi Gadungan di Tubaba Diamankan Sipropam*LAMPUNG – Seorang pria bernama Zulhipni diamankan anggota Sipropam Polres Tulang Bawang Barat setelah mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Bripka dan mengenakan atribut dinas lengkap. Pria tersebut diketahui bukan anggota Polri.Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima Sipropam Polres Tubaba pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 09.50 WIB. Informasi itu menyebutkan adanya seorang pria yang mengenakan seragam Polri lengkap dan mengaku sebagai anggota aktif di Tiyuh Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Sipropam bersama petugas Pamapta, KASPKT, serta Kanit Intelkam Polsek Tulang Bawang Tengah langsung mendatangi rumah yang bersangkutan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mengantisipasi penyalahgunaan atribut kepolisian.Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan pengamanan tersebut. Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal memastikan yang bersangkutan bukan anggota Polri.“Yang bersangkutan mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Bripka, namun setelah dilakukan pengecekan, dipastikan bukan anggota Polri,” kata Yuni.Yuni menjelaskan, dari dalam rumah Zulhipni, petugas mengamankan satu set pakaian PDL Two Tone Polri lengkap dengan atribut berpangkat Bripka, yang diketahui dibeli secara daring.“Atribut dinas Polri yang digunakan diperoleh dari pembelian online dan tidak digunakan sesuai peruntukannya,” jelasnya.Lebih lanjut, Yuni menyampaikan bahwa pengakuan sebagai anggota Polri dilakukan karena faktor kondisi kejiwaan yang bersangkutan.“Berdasarkan keterangan dan dokumen yang ada, yang bersangkutan diketahui mengalami gangguan jiwa dan memiliki obsesi menjadi anggota Polri,” ungkap Yuni.Saat ini seluruh atribut kepolisian yang digunakan Zulhipni telah diamankan ke Mako Polres Tulang Bawang Barat, sementara petugas juga berkoordinasi dengan pihak keluarga agar kejadian serupa tidak terulang.“Kami sudah mengamankan seluruh atribut dan berkoordinasi dengan keluarga agar yang bersangkutan tidak kembali menggunakan atribut Polri,” tegasnya.Sebagai bentuk pencegahan, Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai anggota Polri tanpa identitas resmi serta segera melapor ke kantor polisi terdekat jika menemukan dugaan penyalahgunaan atribut kepolisian.

Postingan populer dari blog ini

Dana BUMDES Desa Suka Agung Diduga Di Bagi Bagi Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab.IPoN Mesuji : Tahun 2025 Desa Suka Agung melalui Dana Desa beri kucuran dana untuk BUMDES, Badan Usaha Milik Desa berkisar Rp 170 Juta , untuk di kelola meningkatkan dan pengembangan usaha milik Desa demi Kesejahtraan warga Desa, agar Desa memiliki penghasilan dan pendapatan dengan mengelola BUMdes yang berbentuk di salah satu komunditi usaha ayam petelor, akan tetapi usaha yang baru saja didirikan dan belum berhasil dari para pengurus sudah di duga bagi bagi uang BUMdes.Menyoroti hal dugaan bagi-bagi uang BUMdes Desa Suka Agung awak media IpOn mendapat keterangan dari salah satu tokoh masyarakat yang kompeten menjelaskan bahwa di Badan Usaha milik Desa (BUMDES) Desa Suka Agung ada bagi bagi uang BUMdes kepada 4 orang salah satunya bendahara BUMdes, inisial, S, dan inisial H salah satu kasi Desa. serta David yang membagikan uang BUMdes kepada 4 orang tersebut yang awalnya David merupakan pengurus BUMdes juga.Setelah bagi bagi uang BUMdes David yang sebelumnya juga pengurus kini mengundurkan diri dari pengurus hal ini dilakukan setelah membagikan uang yang tidak jelas dari mana sumbernya.Akan tetapi ada salah satu penerima uang dengan inisial D, yang mengembalikan uang langsung kepada ketua BUMDES karna dia tidak tahu asal muasal uang tersebut sehingga uang yang di terima spontan di kembalikan karna takut di kemudian hari bermasalah karna uang tidak jelas asal usulnya.Seperti yang di jelaskan oleh salah satu tokoh masyarakat pada media IpOn Desa memberikan dana untuk BUMDes untuk di jadikan membuka lapangan usaha demi untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan agar Desa punya usaha yang bisa memiliki PAD, bukanya uang yang baru saja di berikan untuk BUMdes belum ada hasil sama sekali malah uang di bagi bagikan, dan kalau dari pihak Desa dan BPD tidak segera usut hal ini maka BUMdes tidak akan jadi yang ada malah hancur kalau cara pengelolaan seperti ini.Padahal Desa ingin membangun kembali badan usaha milik Desa untuk bangkait kalau selama ini sudah terpuruk dan tidak berkembang bahkan uang BUMdes tidak berkembang dan tidak ada Ujud. maka untuk tahun 2025 ini Desa anggarkan untuk membangkitkan lagi usaha milik Desa yang bergerak di bidang usaha ayam petelor agar di kelola dengan benar oleh orang yang sudah di beri kepercayaan oleh Desa agar supaya kedepan Desa dapat meningkatkan Kesejahtraan dan meningkatkan penghasilan untuk warga,dan apa bila sudah berhasil bolehlah para pengurus BUMdes di beri insentif,tapi kalau belum belum cara kerja seperti di sebut di atas gimana usaha bisa maju dan mendapat hasil malah bisa hancur bisa kalau cara kerja seperti saat ini.( H)

[17/4 05.27] M Nurhidayat: Oh masalah undangan acara resepsi to hing paen-paen hing diundang Yo tergantung tuan rumah . Kadung hang ISG Komunity kan hang duwe SK teko ISG Pusat kang har dadi hing Ono hang Aran penghianat. Kadung kang Sunyoto hing Ono hun ngetokake SK ISG kang .[17/4 05.31] M Nurhidayat: Kadung ISG Lampung Iku magih tercatat kepengurusan kang Khairil cs walau hing aktif dadi ISG Lampung durung onok SK hang ditokaken periode kepengurusan hang anyar. Ayo Weh kadung gelem ngemong bangkitaken ISG Lampung Monggo kang. Hun mendukung.riko biso konsultasi Ambi kang Sudarmanto .hulung.