Press Release Nomor: 815/ XI / HUM.6.1.1./ 2025/ BidhumasSenin, 24 November 2025*Polda Lampung Sudah Salurkan 3.622 Ton Beras SPHP Lewat Gerakan Pangan Murah*LAMPUNG - Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polda Lampung dan jajaran kembali mencatat capaian besar dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Hingga 23 November 2025, total 3.622 ton 530 kilogram beras jenis SPHP telah disalurkan kepada masyarakat, atau sekitar 92 persen dari total target pendistribusian.Pada pelaksanaan Minggu, 23 November 2025, jajaran Polres menyalurkan 9 ton 425 kilogram beras SPHP. Distribusi terbesar hari itu terjadi di wilayah Pesawaran dengan penyaluran 8 ton, disusul Pesisir Barat sebanyak 750 kilogram, serta Lampung Selatan dengan 675 kilogram. Polres lain juga terlibat, sementara beberapa wilayah tidak memiliki jadwal pendistribusian pada hari tersebut.Pendistribusian akan berlanjut pada Senin, 24 November 2025, dengan total rencana penyaluran mencapai 42 ton 640 kilogram beras SPHP. Lampung Selatan menjadi wilayah dengan penyaluran terbesar yakni 18 ton 70 kilogram, diikuti Pesawaran sebesar 14 ton, dan Polresta Bandar Lampung dengan 2 ton 820 kilogram.Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM menjadi komitmen kepolisian dalam menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat.“Beras SPHP kami distribusikan agar warga dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang akhir tahun,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa pendistribusian dilakukan serentak di seluruh wilayah, namun besarannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.“Setiap daerah kami petakan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Prinsip kami, distribusi harus tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” kata Yuyun.Menurutnya, capaian distribusi lebih dari tiga ribu ton menunjukkan tingginya komitmen Polda Lampung dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah fluktuasi harga pangan.“Angka ini membuktikan kerja nyata seluruh jajaran dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” lanjutnya.Yuyun juga memastikan bahwa pengawasan terus dilakukan agar penyaluran berjalan transparan dan tepat guna.“Kami mengawasi seluruh proses distribusi agar tidak terjadi penyimpangan. GPM harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Postingan populer dari blog ini

Dana BUMDES Desa Suka Agung Diduga Di Bagi Bagi Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab.IPoN Mesuji : Tahun 2025 Desa Suka Agung melalui Dana Desa beri kucuran dana untuk BUMDES, Badan Usaha Milik Desa berkisar Rp 170 Juta , untuk di kelola meningkatkan dan pengembangan usaha milik Desa demi Kesejahtraan warga Desa, agar Desa memiliki penghasilan dan pendapatan dengan mengelola BUMdes yang berbentuk di salah satu komunditi usaha ayam petelor, akan tetapi usaha yang baru saja didirikan dan belum berhasil dari para pengurus sudah di duga bagi bagi uang BUMdes.Menyoroti hal dugaan bagi-bagi uang BUMdes Desa Suka Agung awak media IpOn mendapat keterangan dari salah satu tokoh masyarakat yang kompeten menjelaskan bahwa di Badan Usaha milik Desa (BUMDES) Desa Suka Agung ada bagi bagi uang BUMdes kepada 4 orang salah satunya bendahara BUMdes, inisial, S, dan inisial H salah satu kasi Desa. serta David yang membagikan uang BUMdes kepada 4 orang tersebut yang awalnya David merupakan pengurus BUMdes juga.Setelah bagi bagi uang BUMdes David yang sebelumnya juga pengurus kini mengundurkan diri dari pengurus hal ini dilakukan setelah membagikan uang yang tidak jelas dari mana sumbernya.Akan tetapi ada salah satu penerima uang dengan inisial D, yang mengembalikan uang langsung kepada ketua BUMDES karna dia tidak tahu asal muasal uang tersebut sehingga uang yang di terima spontan di kembalikan karna takut di kemudian hari bermasalah karna uang tidak jelas asal usulnya.Seperti yang di jelaskan oleh salah satu tokoh masyarakat pada media IpOn Desa memberikan dana untuk BUMDes untuk di jadikan membuka lapangan usaha demi untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan agar Desa punya usaha yang bisa memiliki PAD, bukanya uang yang baru saja di berikan untuk BUMdes belum ada hasil sama sekali malah uang di bagi bagikan, dan kalau dari pihak Desa dan BPD tidak segera usut hal ini maka BUMdes tidak akan jadi yang ada malah hancur kalau cara pengelolaan seperti ini.Padahal Desa ingin membangun kembali badan usaha milik Desa untuk bangkait kalau selama ini sudah terpuruk dan tidak berkembang bahkan uang BUMdes tidak berkembang dan tidak ada Ujud. maka untuk tahun 2025 ini Desa anggarkan untuk membangkitkan lagi usaha milik Desa yang bergerak di bidang usaha ayam petelor agar di kelola dengan benar oleh orang yang sudah di beri kepercayaan oleh Desa agar supaya kedepan Desa dapat meningkatkan Kesejahtraan dan meningkatkan penghasilan untuk warga,dan apa bila sudah berhasil bolehlah para pengurus BUMdes di beri insentif,tapi kalau belum belum cara kerja seperti di sebut di atas gimana usaha bisa maju dan mendapat hasil malah bisa hancur bisa kalau cara kerja seperti saat ini.( H)

[17/4 05.27] M Nurhidayat: Oh masalah undangan acara resepsi to hing paen-paen hing diundang Yo tergantung tuan rumah . Kadung hang ISG Komunity kan hang duwe SK teko ISG Pusat kang har dadi hing Ono hang Aran penghianat. Kadung kang Sunyoto hing Ono hun ngetokake SK ISG kang .[17/4 05.31] M Nurhidayat: Kadung ISG Lampung Iku magih tercatat kepengurusan kang Khairil cs walau hing aktif dadi ISG Lampung durung onok SK hang ditokaken periode kepengurusan hang anyar. Ayo Weh kadung gelem ngemong bangkitaken ISG Lampung Monggo kang. Hun mendukung.riko biso konsultasi Ambi kang Sudarmanto .hulung.