Press Release Nomor: 809/ XI / HUM.6.1.1./ 2025/ BidhumasKamis , 20 November 2025*Satgas Pangan Polda Lampung Temukan Harga Beras Premium Melebihi HET di Tanggamus*LAMPUNG — Satgas Pengendalian Harga Beras Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Polda Lampung menemukan masih adanya peredaran beras premium dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah pasar di Kabupaten Tanggamus.Temuan itu didapat dari kegiatan pengecekan lapangan yang berlangsung pada 17–18 November 2025.Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan pengecekan dilakukan di pasar tradisional, retail modern, penggilingan padi, serta distributor beras untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan.“Dari hasil pengecekan, beberapa toko masih menjual beras premium di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Ini segera kami tindak lanjuti dengan pemberian teguran,” ujar Yuni, Selasa (18/11/2025).Kegiatan tersebut melibatkan Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Lampung, tim Bapanas RI, Bulog Kanwil Lampung, serta sejumlah perangkat daerah di Kabupaten Tanggamus. Lokasi pengecekan mencakup Pasar Induk Talang Padang, Pasar Gisting, Pasar Kota Agung, Penggilingan Beras Sumber Tani, dan Agen Juragan Beras.Di sejumlah toko seperti Toko Yakup, Talif, dan Sinar Harapan, Satgas mendapati beras premium dijual pada kisaran Rp15.000 per kilogram, atau sedikit di atas HET yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp14.900 per kilogram.Sementara beras medium dijual dengan harga beragam antara Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram.Pada retail modern seperti Alfamart, harga beras SPHP tercatat stabil di Rp12.500 per kilogram, sedangkan beras premium berada di angka Rp14.900 per kilogram sesuai ketentuan yang berlaku.Selain toko dan retail, Satgas juga mengecek penggilingan padi Sumber Tani di Kecamatan Gunung Alip. Penggilingan tersebut membeli gabah di harga Rp7.100 per kilogram dan menjual beras medium Rp13.500 per kilogram serta beras premium Rp14.500 per kilogram.Kunjungan kemudian dilanjutkan ke distributor Juragan Beras yang menjual berbagai jenis beras dengan margin keuntungan berkisar Rp400 hingga Rp700 per kilogram.Beberapa produk yang dijual meliputi Rojo Lele, Buah Hati, Dua Ikan Renang, Kakak Adik, Raja Udang, hingga WP.Menurut Kombes Yuni, sejumlah toko dan distributor yang menjual beras premium di atas HET telah diberikan teguran agar menyesuaikan harga sesuai ketentuan pemerintah.Satgas juga menyarankan penggilingan dan distributor menjual lebih banyak beras ke wilayah sekitar untuk menjaga stabilitas harga.“Bulog juga akan meningkatkan penyaluran beras SPHP ke toko dan kios setempat agar pasokan beras bersubsidi semakin mudah diakses masyarakat,” jelasnya.Ia menambahkan, pengecekan langsung ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga beras di Tanggamus masih dipengaruhi distribusi dan pola penjualan di tingkat pedagang.“Kesimpulannya, masih terdapat beras premium yang dijual melebihi HET. Satgas akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan kebijakan stabilisasi harga berjalan efektif,” tegas Yuni.Polda Lampung memastikan kegiatan pengawasan harga beras ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah spekulasi harga dan menjaga keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat di Lampung.

Postingan populer dari blog ini

Dana BUMDES Desa Suka Agung Diduga Di Bagi Bagi Oleh Orang Tidak Bertanggung Jawab.IPoN Mesuji : Tahun 2025 Desa Suka Agung melalui Dana Desa beri kucuran dana untuk BUMDES, Badan Usaha Milik Desa berkisar Rp 170 Juta , untuk di kelola meningkatkan dan pengembangan usaha milik Desa demi Kesejahtraan warga Desa, agar Desa memiliki penghasilan dan pendapatan dengan mengelola BUMdes yang berbentuk di salah satu komunditi usaha ayam petelor, akan tetapi usaha yang baru saja didirikan dan belum berhasil dari para pengurus sudah di duga bagi bagi uang BUMdes.Menyoroti hal dugaan bagi-bagi uang BUMdes Desa Suka Agung awak media IpOn mendapat keterangan dari salah satu tokoh masyarakat yang kompeten menjelaskan bahwa di Badan Usaha milik Desa (BUMDES) Desa Suka Agung ada bagi bagi uang BUMdes kepada 4 orang salah satunya bendahara BUMdes, inisial, S, dan inisial H salah satu kasi Desa. serta David yang membagikan uang BUMdes kepada 4 orang tersebut yang awalnya David merupakan pengurus BUMdes juga.Setelah bagi bagi uang BUMdes David yang sebelumnya juga pengurus kini mengundurkan diri dari pengurus hal ini dilakukan setelah membagikan uang yang tidak jelas dari mana sumbernya.Akan tetapi ada salah satu penerima uang dengan inisial D, yang mengembalikan uang langsung kepada ketua BUMDES karna dia tidak tahu asal muasal uang tersebut sehingga uang yang di terima spontan di kembalikan karna takut di kemudian hari bermasalah karna uang tidak jelas asal usulnya.Seperti yang di jelaskan oleh salah satu tokoh masyarakat pada media IpOn Desa memberikan dana untuk BUMDes untuk di jadikan membuka lapangan usaha demi untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan agar Desa punya usaha yang bisa memiliki PAD, bukanya uang yang baru saja di berikan untuk BUMdes belum ada hasil sama sekali malah uang di bagi bagikan, dan kalau dari pihak Desa dan BPD tidak segera usut hal ini maka BUMdes tidak akan jadi yang ada malah hancur kalau cara pengelolaan seperti ini.Padahal Desa ingin membangun kembali badan usaha milik Desa untuk bangkait kalau selama ini sudah terpuruk dan tidak berkembang bahkan uang BUMdes tidak berkembang dan tidak ada Ujud. maka untuk tahun 2025 ini Desa anggarkan untuk membangkitkan lagi usaha milik Desa yang bergerak di bidang usaha ayam petelor agar di kelola dengan benar oleh orang yang sudah di beri kepercayaan oleh Desa agar supaya kedepan Desa dapat meningkatkan Kesejahtraan dan meningkatkan penghasilan untuk warga,dan apa bila sudah berhasil bolehlah para pengurus BUMdes di beri insentif,tapi kalau belum belum cara kerja seperti di sebut di atas gimana usaha bisa maju dan mendapat hasil malah bisa hancur bisa kalau cara kerja seperti saat ini.( H)

[17/4 05.27] M Nurhidayat: Oh masalah undangan acara resepsi to hing paen-paen hing diundang Yo tergantung tuan rumah . Kadung hang ISG Komunity kan hang duwe SK teko ISG Pusat kang har dadi hing Ono hang Aran penghianat. Kadung kang Sunyoto hing Ono hun ngetokake SK ISG kang .[17/4 05.31] M Nurhidayat: Kadung ISG Lampung Iku magih tercatat kepengurusan kang Khairil cs walau hing aktif dadi ISG Lampung durung onok SK hang ditokaken periode kepengurusan hang anyar. Ayo Weh kadung gelem ngemong bangkitaken ISG Lampung Monggo kang. Hun mendukung.riko biso konsultasi Ambi kang Sudarmanto .hulung.